Senin, 06 Agustus 2012

Edisi Gaje

Ga tauu pengen nulis apa. bingung banget mau ceritain apa k readers pengalaman saya hari ini. yah, saya akui hari ini gak ada yang menarik sama sekali. masih sama dengan yang kemarin-kemarin. Lha.. rugi donk..

y iyalah.. Rasulullah aja bilang kalau Kita sama dengan kemarin berarti kita rugi, kalau lebih buruk berarti celaka.
waduh...
baiklah.. pertama tama, saya mau nyampein kabar gembira yang menghiasi (?) saya hari ini. apa itu ?
beberapa waktu yang lalu saya sempat berpikiran ekstra dan benar-benar meluangkan waktu untuk pekerjaan saya. yakk betul.. MENULIS.
Untuk apa ? untuk mengikuti lomba cerpen yang di adain oleh LSMI ALMADANI FISIP UR.
dan.. jrengjrengjreng..
alhamdulillah.. saya menang juara dua. meski bukan nomor satu, tapi ini kemenangan pertama saya. saking senengnya langsung sujud syukur. gak lupa, kalau ALLAH SWT telah memberikan berkah-NYA.

Dan berita buruk nya.. ah, sudah disini saja ya.. kalau diceritakan berita buruknya banyaaaakkkkkkkk bgt. hehe.. saya ga mau kepikiran yg buruk buruk mulu.. sedikit melupakannya.. ^^

Minggu, 22 Juli 2012

KEUTAMAAN SAF WANITA




Sudah dua malam saya tarawehan di masjid desa kubang raya kampar. Sebenarnya tidak mau menyebut nama tempatnya. Tapi gak apalah, semoga warga di sana ada yang membaca. Kemudian mengambil baiknya.
Kenapa begitu ?
Awal melihat masjid yang sederhana ini rasanya ingat kampung di kali jeruk sumbar hanya penuh dengan orang tua-tua.. hehe, desa kubang jaya penduduknya tidak terlalu ramai. Sedang masa pertumbuhan. Jadi ketika masuk, masjid yang lumayan besar itu tidak penuh. Sangat berbeda dengan masjid di kota tempat saya tinggal. Isinya pun kebanyakan orang tua dan anak-anak. Remajanya kemana ? sekelumit pemuda ada yang tampak. Tapi pemudinya jauh dari kata tampak. Saya sudah tertelan para orang tua di dalam barisan saf sholat. gimana nggak coba, wong kiri kanan, muka belakang saya emak-emak.Minim pemuda dan pemudi di desa itu.
Ketika hendak sholat fardhu isya, saf di depan sekali ada yang kosong. Para ibu-ibu dan nenek2  yang berada saf paling depan langsung saja melambai-lambai tangan sambil mengatakan kepada orang belakang “isi saf depan”. Dan hasilnya.. tidak ada sama sekali yang bergerak. Hanya saya saja yang bergerak. Yang lebih parah, malahan sempat saya dengan ada yang nyeletuk “ awak udah lamak disiko, ndak enak pindah-pindah tampek lai” kata seorang ibu-ibu dengan aksen bahasa minangnya yang kental.
Hmm…  saya hanya berhusnduzhon, mungkin si ibu ingin mengamalkan keutamaan saf wanita yang paling akhir berdasarkan sunnah Rasul.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا، خَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang awal dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang akhirnya. Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang paling awal.” (Shahih, HR. Muslim, no. 440)
Al-Imam Nawawi rahimahullahu berkata: “Adapun shaf-shaf pria maka secara umum selama-lamanya yang terbaik adalah shaf awal dan selama-lamanya yang paling jelek adalah shaf akhir. Berbeda halnya dengan shaf wanita. Yang dimaukan dalam hadits ini adalah shaf wanita yang shalat bersama kaum pria. Adapun bila mereka (kaum wanita) shalat terpisah dari jama’ah pria, tidak bersama dengan pria, maka shaf mereka sama dengan pria, yang terbaik shaf yang awal sementara yang paling jelek adalah shaf yang paling akhir. Yang dimaksud shaf yang jelek bagi pria dan wanita adalah yang paling sedikit pahalanya dan keutamaannya, dan paling jauh dari tuntunan syar’i. Sedangkan maksud shaf yang terbaik adalah sebalikanya. Shaf yang paling akhir bagi wanita yang hadir shalat berjama’ah bersama pria memiliki keutamaan karena wanita yang berdiri dalam shaf tersebut akan jauh dari bercampur baur dengan pria dan melihat mereka. Di samping jauhnya mereka dari interaksi dengan kaum pria ketika melihat gerakan mereka, mendengar ucapannya, dan semisalnya. Shaf yang awal dianggap jelek bagi wanita karena alasan yang sebaliknya dari apa yang telah disebutkan.” (Syarah Shahih Muslim, 4/159-160)
Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullahu menyatakan: “Dalam hadits ini ada petunjuk bolehnya wanita berbaris dalam shaf-shaf dan dzahir hadits ini menunjukkan sama saja baik shalat mereka itu bersama kaum pria atau bersama wanita lainnya. Alasan baiknya shaf akhir bagi wanita karena dalam keadaan demikian mereka jauh dari kaum pria, dari melihat dan mendengar ucapan mereka. Namun alasan ini tidaklah terwujud kecuali bila mereka shalat bersama pria. Adapun bila mereka shalat dengan diimami seorang wanita maka shaf mereka sama dengan shaf pria, yang paling utama adalah shaf yang awal.” (Subulus Salam, 2/49)
Dari penjelasan di atas, dapat kita pahami dua perkara berikut ini:
  1. Bila wanita itu shalat berjama’ah dengan kaum pria, maka shaf yang terbaik baginya adalah yang paling akhir.
  1. Sementara bila ia shalat dengan diimami wanita lain (berjama’ah dengan sesama kaum wanita) atau bersama jama’ah namun ada pemisah antara keduanya, maka shaf yang terbaik baginya adalah yang paling awal sama dengan shaf yang terbaik bagi pria, karena tidak ada kekhawatiran terjadinya fitnah antara wanita dan pria. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
لَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ لاَسْتَهَمُوْا
“Seandainya mereka mengetahui keutamaan (pahala) yang diperoleh dalam shaf yang pertama, niscaya mereka akan mengundi untuk mendapatkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 721 dan Muslim no. 437)
Memang saf paling akhir adalah keutamaan bagi wanita kalau berjamaah bersama pria. Tapi kalau sampai di depan ada yang safnya bolong-bolong dan terputus bagaimana ?
Untuk hal ini ada solusinya. Hey, ingatlah.. ISLAM ITU MUDAH !
Ketika disampaikan kepada Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah bahwasanya dalam bulan Ramadhan kaum wanita yang ikut hadir shalat berjama’ah di masjid memilih menempati shaf yang akhir. Akan tetapi shaf wanita yang pertama terpisah jauh dari shafnya jama’ah pria. Karena mayoritas wanita menempati shaf akhir ini, sehingga shaf penuh sesak dan menutup jalan bagi wanita lainnya yang hendak menuju ke shaf pertama. Mereka melakukan hal ini karena mengamalkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Shaf wanita yang paling utama adalah yang paling akhir.”
Beliau hafizhahullah memberikan jawaban terhadap permasalahan di atas dengan mengatakan: “Dalam permasalahan ini ada perincian. Apabila jama’ah wanita (yang ikut hadir di masjid) shalat tanpa ada penghalang (penutup) antara mereka dengan jama’ah pria maka keaadan mereka sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang paling akhir.” Karena shaf yang akhir itu jauh dari kaum pria sedangkan shaf yang depan dekat dengan kaum pria.”
Adapun bila mereka shalat dengan diletakkan penghalang/penutup antara mereka dengan pria, maka yang lebih utama bagi mereka adalah shaf yang terdepan karena hilangnya (tidak adanya) perkara yang dikhawatirkan, dalam hal ini fitnah antara lawan jenis. Sehingga keberadaan shaf mereka sama dengan shaf pria, yang paling depan adalah yang terbaik, selama diletakkan penutup (penghalang) antara shaf mereka dengan shaf pria. Dan shaf-shaf wanita wajib diatur sebagaimana shaf-shaf pria, mereka sempurnakan/penuhi dulu shaf yang terdepan, baru yang di belakangnya dan demikian seterusnya. (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, 1/323/324)
Wallahu a’lam.


Selasa, 17 Juli 2012

Cinta Menulis


Assaah~ BORA KANG BLOG telah lahir kembali (?). yah, dulu saya sempat punya blog, tapi ga ke urus. Sekarang timbul lagi benih-benih cinta saya dengan dunia tulis menulis. Setidaknya sampai sekarang dunia menulis belum tergantikan dengan kegiatan apapun yang sempat menarik minat saya. Kenapa belum tergantikan ? silahkan Tanya dengan pak presiden #plakkk di rajam readers..
hehe.. just kidding, intermezzo, supaya baca postingannya kaga serius amat tu muka. Back to the topic. Menulis, menulis,menulis. Dari SD saya sudah menyukai aktifitas ini. kalau SD itu saya paling suka nulis dyari. Sudah 6 buku kira-kira saya habiskan untuk menulis perasaan dan kegiatan saya waktu itu. tidak jauh-jauhlah dengan apa yang terjadi. Apa yang saya sukai dan tidak sukai. Maklum, waktu itu masih SD, masih polos-polosnya dan cute (?) #readersmual
haha..  sampai masa SMP rada bosan nulis dyari. Udah mulai geli sendiri. coz waktu saya baca isi dyari SD rada cengo dan geli. Kenapa ? bahasanya ituloh, ciri khas anak SD banget.. betul-betul polos. sehingga isinya bersifat subyektif semua ke saya.
Mulailah ngelirik cerpen dan puisi. Awal pengen buat cerpen karena teman sebangku saya suka banget buat cerpen. Bahkan cerpennya dia tulis buku besar akuntansi gitu. Isi cerpennya rata-rata soal cinta.. hadeh.. sekarang saya baru ngerasain dan takut dengan adik-adik saya yang SMP. Coz waktu zaman saya SMP yang jarang banget drama percintaannya aja udah segitunya. Apalgi sekarang mulai lagu, film, tulisan, berbau cinta dan melibatkan anak SMP !!! oh GOD !!!..
Ketika SMP saya sempat ikutan lomba puisi dan buat cerpen. Perjuangan mengikuti lomba berat banget. Alhasil, Alhamdulillah.. saya tidak menang..
Pupus harapan ketika SMA jarang banget nulis. Lebih banyak ikut organisasi. Tapi sempat ikut lomba karya tulis gitu. Ingat perjuangannya saya ingin menangis. Kapan-kapan saya certain ya.. sekarang saya ingin menebar VIRUS CINTA MENULIS (VCM) #Asseekkk…
Mulai masuk kuliah ketemu organisasi menulis yang sangat masyhur terkenal banget ni.. FLP (Forum Lingkar Pena) Cabang Riau. Sempat jadi anggota training selama beberapa bulan, dan dinyatakan lulus sebagai anggota. Setelah itu masuk jadi kepengurusannya. Nah, rasa bersalah dengan teman-teman FLP sampai sekarang masih teredam di hati. Karena setelah jadi pengurus saya malah stagnan dan future saat itu. disaat amanah saya dapat, saya malah menjauh dan lari. Seharusnya saya dapat memajukan FLP cab pku ini dengan pengurus lainnya, saya malah lari tak bertanggung jawab. Dengan resmi saya meminta maaf kepada teman-teman FLP Cab pekanbaru.
Hitung punya hitung ada setahun lebih saya stagnan dan futur. Oh, betapa meruginya saya. Saya mengetahui istilah menyesal belakangan. Tapi otak yang kusut ini malah mengabaikan istilah itu sebelumnya.
Setelah ada tragedi yang dashyat #apadeh. Barulah sedikit-dikit rindu menyeruak. Dengan teman-teman seperjuangan. Dan aktifitas yang pernah saya perjuangkan MENULIS. Dann……..
Taratatararara….. #backsound
Lahirlah BORA KANG BLOG. Sebagai rasa haus akan rindu menulis saya. Sebagai rasa merajut kembali perjuangan saya. Sebagai rasa ikatan hati yang tak bisa terpisah oleh aktifitas ini dan orang yang mendukungnya.
Yah, semoga blog ini bermanfaat. Walaupun nantinya readers banyak nemuin curhatan gaje kayak gini.. hehe.. tak apelah, semoga walaupun hanya sekedar curhatan readers bisa mengambil ibrahnya..


Akhir kata..
Anyeong haseyo
Naneun Wenny Mulsandi imnida
Manaseo bangapseumnida

Hi..
I’am Wenny Mulsandi
You can call me weny, wewen, sandy, what ever if you happy that my nicknames
Nice to meet you ^^

Penaku Berbicara : SANDIORIVA

PENGALAMAN MENJADI GURU TPA


Bibirku menarik simpul setiap sudut ujungnya. Sesekali aku memutar memori dari awal kedatanganku melamar kerja di TPA kasih ibu teladan. Bagaimana bisa aku terdampar di antara lengkingan suara anak-anak yang dititipkan di TPA ini. entahlah.. yang jelas saat itu aku sangat memerlukan pekerjaan. Curriculum vitae ku sudah berterbangan ke berbagai jenis perusahan swasta membidik jabatan sebagai staff administrasinya. Sangat berbeda sekali dengan kenyataan saat ini. Ya, pekerjaan ku sekarang sebagai seorang guru penitipan anak. Tempat kerjanya penuh dengan anak-anak. Teriakan anak-anak, tangisan anak-anak, bahkan rengekan mereka ketika lapar dan buang air besar kuhadapi. Sejenak terlintas dipikiranku, apa aku sudah tidak waras. Pekerjaanku ini berhubungan dengan sesuatu yang tidak kusukai. Harus aku akui sebenarnya aku tidak begitu mengerti dunia anak-anak. Yang aku tahu mereka hanya seorang manusia kecil yang selalu membuat kerepotan orang disekitarnya. Tapi mau bagaimana lagi. Kebutuhan financial yang mendesak membuatku tidak mungkin untuk menunggu pekerjaan yang bagus. Sambil menunggu, tidak ada salahnya aku terjun ke dunia anak-anak ini.
“ bagaimana ummi weny ? apakah nyaman berada di sini ?” suara bu nita yang akarab disapa ummi nita membuyarkan lamunanku. Menanggapi pertanyaannya air mukaku mendadak tersenyum agak terpaksa

“yah, masih menyesuaikannya nih ummi.” Jawabku sekenanya. Aku berkata jujur. Dari awal memang sudah kukatan dengan bu nita bahwa aku belum ada pengalaman dengan mengurus anak-anak.
“ iya, namanya juga belajar. Nanti kalau ada apa-apa Tanya saja dengan ummi liya ya wen..” jawabnya seakan mengerti apa yang mengganjal di hatiku. Ia menunjuk bu liya guru penitipan anak yang sudah lama disini. Sedikit waktu berkenalan aku dan bu liya tadi pagi. Hanya sekedar nama dan langsung mendekati anak-anak. Sejauh ini yang aku tahu bu liya guru full time yang memantau anak-anak sekaligus guru yang menjadi pembimbing anak-anak yang ada di tempat penitipan.
Aku tersenyum kearah bu liya yang sedang menyuapi raffi  untuk memakan bekalnya. Pundakku tiba-tiba berat. tangan kecil gilang mencekik leher ku minta dipeluk. Walaupun tak terasa tercekik kehabisan napas tapi lingkaran tangannya di leherku sukses membuat tenggorokanku sakit.
“ummi mau o’ok” rengek nya padaku. Masya ALLAH, ternyata gilang sudah buang air besar di celananya. Dan sekarang ia tengah duduk dipangkuanku. Bau khas kotoran anak kecil menyeruak kehidungku. Sedikit ada rasa mual.mau tak mau aku harus membersihkannya sebagai bagian dari tugasku.

aku pun membimbing tangannya menuju kamar mandi. perlahan membuka pampersna yang sudah penuh dengan kotorannya. Kembang kempis paru-paruku menahan bau kotorannya. Secepat mungkin kubersihkan agar hidungku tidak tersiksa lama-lama. Dan akhirnya selesai juga membersihkan badan gilang, sekarang saatnya untuk memakaikan celana ganti. Lagi-lagi hati ku dirundung rasa godok. Gilang malah bermain-main dengan ku. Susah payah aku membujuknya untuk pasang celana, ia malah berlari kesana kemari. Setelah beberapa kali aku membujuknya, akhirnya ia mau juga memasang celananya.

“ummi, aga lapar.” Baru saja siap membereskan gilang. Jilbabku sudah ditarik-tarik oleh aga. Ia merengek meminta makanannya. Dengan sedikit menghembuskan nafas aku menyuapi aga. Beberapa menit tangisan davi terdengar. Rupanya ia tengah gigit-gigitan dengan gilang. Astagfirullah.. bayangkan saja 30 anak dalam satu ruangan, aku hanya mempunyai dua tangan dengan semua anak-anak itu mengeluh meminta ini dan itu, atau bertengkar, atau berteriak karena saking girangnya bermain. Jika kuhadapi sendiri bisa pecah kepalaku, bisa habis kesabaran ini. beruntung ummi liya datang melerai davi dan gilang.

Sepi. Sebagian anak-anak sudah tidur siang. Ada beberapa anak yang tidak mau tidur siang dan aku harus menemaninya. Aku menilik jarum jam yang bergerak kea rah angka 12 siang. Baru setengah hari aku bekerja. Sudah mau patah-patah tulangku rasanya. Di timpa berat badan anak-anak yang bermain denganku.
“ ummi..” seorang gadis kecil memanggilku. Rupanya ia terbangun dari tidurnya. Ia mencariku dan menjulurkan tangannya. Aku tahu ia ingin dirangkul. Segera saja ia jatuh kepangkuanku. Sudah dari tadi beberapa anak meminta aku yang menemani mereka bermain. Bahkan tidak ingin pisah dariku. Hatiku luluh. Aku sadar kesukaanku terhadap perilaku mereka yang bagiku menyebalkan itu terlalu berlebihan. Pelan-pelan aku mulai mengerti apa yang mereka mau. Aku juga belajar sifat-sifat anak-anak yang beragam disana. Ada yang aktif, suka ngambek, pendiam, atau tersenggol sedikit langsung menangis. Mereka sedang berkembang. Rasanya sedikit kasihan dengan mereka. Ditinggal orang tua bekerja. Mungkin waktunya dengan orang tua sangat sedikit. Aku tidak menyangka, hanya dengan kesabaranku menemani, mereka sudah bergantung padaku. Aku harus merubah pendapatku kalau anak-anak itu biangnya rusuh dan menyusahkan. Mereka lebih kepada manusia kecil yang sedang tumbuh, membutuhkan perhatian, kegembiraan, dan kasih sayang orang terdekatnya. Sepertinya haluanku mulai bergeser. Aku menyukai anak-anak ini. kutilik lagi jam dinding yang ada diruangan putih bercat biru di sekelilingnya itu. jam 3. Ah, terasa cepat jam 5 aku akan berpisah dengan anak-anak. Aku mungkin akan kecanduan dengan tawa, tangis, dan rengekan manja anak-anak yang minta dipeluk. Pekerjaan ini tidak begitu sulit, walau juga tidak mudah. Setidaknya dengan mencintai anak-anak akan membuat kita kecanduan dengan rengekan mereka. Senyumku mengembang melihat nanar anak-anak ku yang ada di ruangan bermain yang cukup besar ini.
“ummi.. falif o’ok” teriak fathur. Aku pun tersentak dan melihat falif. Kotorannya bahkan sudah jatuh kelantai. Arrrghhh… setidaknya, bagian yang ini aku harus lebih banyak belajar sabar untuk tidak merasa jijik.

Kamis, 12 Juli 2012

Motivasi Diri

Hidup.. hidup.. hidup.. satu kata yang membuat aku kelimbungan untuk mencari maknanya. hanya satu kata tapi dapat menguras isi otakku. untuk apa hidup ku ini ? jika kini banyak sekali terpaan ujian tapi aku tak dapat menghadapinya. untuk apa aku hidup ? jika semua sel-sel otakku seperti mati habis tak bisa digunakan. untuk apa aku hidup ?

yah, hanya satu kata. tapi seribu tangkisan. untuk apa mati sia-sia hanya karena satu kata. dikala kita sibuk memikirkan satu kata. ruang-ruang kosong telah diisi oleh sepersekian orang yang melihat celah kecil itu. mereka adalah orang yang bertindak.

kembali aku tercengang. inikah yang selama ini aku lakukan. hanya berpikir-berpikir. seakan-akan akulah yang paling banyak mendapatkan ujian dari-NYA. air muka ku pun sudah seperti orang yang terlilit hutang triliunan dengan rumah, fasilitas,harta benda dan seisinya sudah lenyap disita. TIDAK !!! aku alpa, aku lalai, kering kerontang tenggorokan ini menyalahkan, menumpahkan kekesalan kepada orang yang menganiaya aku. aku lupa. ROH DIRIKU SENDIRI ADALAH PENGANIAYA TUBUHKU YANG PALING KEJAM.

kembali kuingat.. kuingat.. kulakukan lakukan..

change stronger change strategy..

#SANDIORIVA

Sabtu, 30 Juni 2012

Membuat Blogger baru

asik..asikk.. blog kedua jadi juga. sempat berhenti didunia perblogan (?). dan sekarang mencoba untuk meraihnya kembali (?). well, dari pada bingung sendiri. mari meracik blog dengan menarik :)